Follow Me

Home Informasi Berita Internal Mootcourt Competition Sebagai Ajang Kompetisi Mahasiswa Fakultas Hukum
Internal Mootcourt Competition Sebagai Ajang Kompetisi Mahasiswa Fakultas Hukum PDF Print E-mail
Written by Suci / Umi / budi   
Friday, 12 May 2017 12:52

 

 

Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengadakan Internal Mootcourt Competition (IMC) yang bertempat di Ruang Seminar Gedung Giri Satya, Fakultas Hukum (FH) pada Rabu (10/5). Kompetisi ini melombakan simulasi sidang yang hanya diikuti oleh Mahasiswa Ilmu Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur. Tujuan dari lomba ini adalah untuk menambah pemahaman mahasiswa mengenai Hukum Acara yang berlaku, sehingga lulusan FH bisa menerapkannya dalam dunia kerja dengan baik.

 

 

Fauzul Aliwarman, Koordinator Program Studi (Koor Progdi) Ilmu Hukum menyatakan kalau ini merupakan agenda tahunan progdi Ilmu Hukum. “Format awal memang acara tahunan namun atas arahan Pak Rektor kalau bisa diadakan semesteran, silahkan diadakan semesteran,” ujarnya.

 

Peserta dari kompetisi ini merupakan gabungan semua rangkatan, yang diutamakan adalah angkatan 2015. Peserta dari Semester IV sekitar sepuluh peserta, sedangkan peserta dari semester II dan semester VI sekitar enam peserta.

 

Fauzul menilai bahwa para mahasiswa sudah cukup bagus dan antusias untuk mengikuti kompetisi ini. Hal itu terbukti dari banyaknya mahasiswa yang ikut berpartisipasi menjadi peseerta dalam kompetisi. Selain keinginan yang kuat untuk mengikuti kompetisi, kesempatan untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional bagi pemenang pun menjadi dorongan tersendiri bagi mahasiswa.

 

Wakil Rektor (Warek) I, Ramdan Hidayat, menegaskan jika kompetisi ini sangatlah penting untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pengadilan yang akan diterapkan pada di dunia kerja. Dia juga berharap kalau kompetisi ini perlu adanya inovasi sesuai dengan moto UPN “Veteran” Jawa Timur, sehingga kompetisi ini lebih baik dan berbeda dari kompetisi yang sejenis. “Mootcourt Competition itu harus dikuasai dan harus dipahami bahkan harus diinovasi,” tuturnya. Dia juga berharap ini akan menjadi rutinitas sama seperti yang diinstruksikan oleh rektor agar kompetisi yang diadakan di lingkup internal progdi Ilmu Hukum ini diadakan setiap semester.

 

Sama seperti halnya Warek I, para peserta berharap agar kompetisi seperti ini rutin diadakan. Khususnya untuk meningkatkan kompetensi di bidang hukum. “Mudah-mudahan di Fakultas Hukum ada acara seperti ini lagi agar meningkatkan sumber daya manusianya agar lebih berkompeten. Mootcourt ini perlu karena kami bidangnya hukum,” terang Cahya Nugraha (Hukum/2015), juara Mootcourt Competition.

 

Salah satu juri merasa terkesan namun masih ada yang perlu diluruskan. Aturan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) menurutnya harus dikuasai dan dipraktekkan. Hal itu karena banyaknya penyimpangan pada prakteknya karena ketidakpahaman terhadap KUHAP. “Sudah cukup bagus, namun masih ada yang perlu diluruskan. Aturan KUHAP-nya dikuasai dan dipraktek, jangan hanya melihat di praktek karena di praktek itu banyak penyimpangan,” terang Agus Pramudijono, Juri asal DPC Peradi (Pehimpunan Advokad Indonesia).

 

Juara IMC sendiri akan diikutsertakan dalam National Mootcourt Competition 2017 yang akan dilasanakan di Universitas Islam Indonesia (UII). Semua pihak turut mendukung juara IMC ini untuk sukses menjadi juara di Tingkat Nasional. Tak terkecuali Agus, “Mudah-mudahan lomba di UII berhasil dengan baik,” harapnya. Warek I sendiri berharap agar dengan segala keterbatasan yang dimiliki para peserta, mereka bisa tetap berprestasi di ajang kompetisi tingkat regional, daerah, maupun nasional.

 

Warek I menegaskan UPN akan mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan potensi mahasiswa, namun perlu adanya program yang dianggarkan oleh fakultas maupun jurusan. Hal ini dikarenakan ada suatu bentuk pertanggungjawaban karena UPN adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang notabene memakai uang negara, sehingga segala bentuk penggunaan uang perlu dianggarkan dan perlu dipertanggungjawabkan. “Karena ini di pertengahan tahun kita tidak bisa langsung mendukung tanpa ada program, maka nanti pada anggaran tahun 2018 bisa membuat program Mootcourt Competition baik secara internal ataupun kita ikut secara eksternal,” lanjutnya. [UBD]

Caption :

Tenang : Simulasi Layaknya Sidang Sebenarnya

Serah Terima : Warek I Menyerahkan hadiah pada pemenang lomba, Rabu (10/5) di Ruang Seminar FH

 

Last Updated on Friday, 12 May 2017 13:01
 

Add comment


Security code
Refresh

Search

Gallery Photo

Alexa Rank


feed-image Feed Entries


created by GIRI TARUNA.